Paripurna DPRD Salatiga “Ngegas”, Wali Kota: Rekomendasi Jangan Cuma Jadi Arsip!

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SALATIGA | SEMANGAT24.COM – Rapat Paripurna DPRD Kota Salatiga, Senin (4/5/2026), tak sekadar agenda rutin. Forum ini berubah jadi “panggung gaspol” antara legislatif dan eksekutif, dengan satu pesan tegas: rekomendasi dewan harus langsung berdampak ke publik, bukan berhenti di dokumen.

Bertempat di Ruang Bhinneka Tunggal Ika, rapat dihadiri lengkap unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, hingga jajaran OPD. Sejak awal, atmosfer sudah terasa serius, penuh tekanan agar kinerja pemerintah benar-benar dievaluasi.

Rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Wali Kota Tahun 2025 dibacakan sebagai “rapor” kinerja pemerintah kota. Tak lama, forum langsung masuk pembahasan dua Raperda strategis: bantuan hukum dan penguatan budaya literasi.

Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, tak ingin rekomendasi itu sekadar jadi formalitas tahunan. Ia menegaskan bakal langsung “tancap gas” menindaklanjuti semua catatan dewan.

Baca Juga  Serap 18.390 Tenaga Kerja, KITB Batang Dorong Penurunan Pengangguran di Jateng

“Rekomendasi ini bukan untuk disimpan. Harus langsung kita eksekusi bersama OPD, BUMD, dan semua pihak agar pelayanan publik makin terasa,” tegasnya.

Nada yang disampaikan jelas: tak ada ruang untuk kerja lambat. Robby menekankan, kolaborasi dengan DPRD harus berujung pada hasil konkret, mulai dari pelayanan publik yang lebih cepat hingga pembangunan infrastruktur yang lebih tepat sasaran.

Di sisi lain, DPRD juga menunjukkan “taring” pengawasannya. Setiap catatan yang disampaikan menjadi sinyal keras agar pemerintah kota tak berjalan di tempat.

Menariknya, arah kebijakan yang dibahas tak melulu soal fisik. Raperda bantuan hukum dan literasi menunjukkan fokus baru: memastikan warga punya akses keadilan sekaligus mendorong kualitas SDM.

Baca Juga  20 Seniman Gelar “DIS/ORDER” di Jogja, Soroti Kelelahan Mental

Paripurna kali ini jadi penegas, di tengah tuntutan publik yang makin tinggi, pemerintah kota dituntut bukan hanya bekerja, tapi bergerak cepat dan tepat. Jika tidak, rekomendasi dewan bisa berubah jadi tekanan politik yang tak bisa diabaikan.

Berita Terkait

BPJS Ketenagakerjaan Pangkas Iuran 50 Persen, Pekerja Informal Cukup Bayar Rp 8.400 per Bulan
UIN Salatiga Gandeng Nahdlatut Turots, Selamatkan Naskah Ulama dari Ancaman Hilang
20 Seniman Gelar “DIS/ORDER” di Jogja, Soroti Kelelahan Mental
Serap 18.390 Tenaga Kerja, KITB Batang Dorong Penurunan Pengangguran di Jateng
Jateng Matangkan Persiapan MTQ Nasional 2026 di Semarang, Pemerintah Pusat Siap Dukung Penuh
Niat Menolong Berujung Petaka, Pemuda Ikut Terjatuh ke Jurang di Salatiga

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:48

BPJS Ketenagakerjaan Pangkas Iuran 50 Persen, Pekerja Informal Cukup Bayar Rp 8.400 per Bulan

Senin, 4 Mei 2026 - 14:13

Paripurna DPRD Salatiga “Ngegas”, Wali Kota: Rekomendasi Jangan Cuma Jadi Arsip!

Kamis, 30 April 2026 - 16:34

UIN Salatiga Gandeng Nahdlatut Turots, Selamatkan Naskah Ulama dari Ancaman Hilang

Rabu, 29 April 2026 - 19:42

20 Seniman Gelar “DIS/ORDER” di Jogja, Soroti Kelelahan Mental

Rabu, 29 April 2026 - 18:23

Serap 18.390 Tenaga Kerja, KITB Batang Dorong Penurunan Pengangguran di Jateng

Rabu, 29 April 2026 - 18:20

Jateng Matangkan Persiapan MTQ Nasional 2026 di Semarang, Pemerintah Pusat Siap Dukung Penuh

Rabu, 29 April 2026 - 17:43

Niat Menolong Berujung Petaka, Pemuda Ikut Terjatuh ke Jurang di Salatiga

Berita Terbaru