KAB.SEMARANG, Semangat24.com – Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), transparansi anggaran desa, hingga optimalisasi potensi wisata menjadi sejumlah gagasan yang disiapkan Arizka Priantoro untuk memajukan Desa Susukan.
Arizka yang memiliki latar belakang sebagai pengusaha menyatakan ketertarikannya maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Susukan. Ia menilai desa tersebut memiliki potensi besar yang masih bisa dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Arizka, pembangunan desa ke depan tidak cukup hanya mengandalkan program rutin pemerintah. Diperlukan inovasi serta kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat agar potensi yang ada dapat memberikan manfaat lebih luas.
“Secara pribadi, saya melihat potensi Desa Susukan ini seharusnya bisa lebih berkembang, lebih maju, dan lebih baik dari sekarang,” ujar Arizka.
UMKM Didorong Tembus Pasar Nasional
Salah satu program yang menjadi perhatian Arizka adalah pemberdayaan UMKM. Ia ingin pelaku usaha lokal tidak hanya bergantung pada pasar sekitar, tetapi juga mampu memperluas jangkauan pemasaran hingga tingkat nasional.
“Program unggulan salah satunya pemberdayaan UMKM. Ke depan, UMKM bisa lebih baik, lebih dikenal luas, bahkan bisa menuju tingkat nasional,” katanya.
Selain UMKM, sektor pertanian, peternakan, dan pengelolaan lingkungan juga masuk dalam rencana pengembangan.
Arizka menilai sektor-sektor tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan melalui pembinaan, pemanfaatan teknologi, serta pengelolaan yang lebih terarah.
Warga Bisa Pantau Anggaran Desa Lewat Ponsel
Gagasan lain yang ditawarkan Arizka adalah digitalisasi pelayanan dan tata kelola pemerintahan desa.
Ia ingin masyarakat memperoleh akses informasi yang lebih mudah, terutama terkait penggunaan anggaran, program pembangunan, hingga pelayanan perizinan.
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam membangun pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.
“Untuk tahap awal, kita ingin membuat program digitalisasi pemerintahan. Jadi, terkait transparansi anggaran, perizinan, dan lainnya bisa lebih mudah dan terbuka,” jelasnya.
Arizka mencontohkan, masyarakat nantinya diharapkan dapat mengetahui informasi anggaran desa cukup melalui telepon seluler.
“Masyarakat bisa langsung klik dari HP, melihat program apa saja yang dilaksanakan, berapa anggarannya, berapa uang yang masuk, dan berapa pengeluarannya. Kurang lebih seperti itu konsep digitalisasinya,” ungkapnya.
Digitalisasi tersebut, lanjut dia, tidak hanya menyasar administrasi pemerintahan. Pemanfaatan teknologi juga diharapkan dapat mendukung pengembangan UMKM, pertanian, dan peternakan.
Namun, ia menekankan bahwa penyusunan program harus melibatkan masyarakat agar pelaksanaannya benar-benar sesuai kebutuhan.
“Jadi, pemerintah desa bersama masyarakat harus berkolaborasi. Bareng-bareng, terbuka, ngobrol bersama untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Perhatikan Pendidikan dan Kesejahteraan Guru Ngaji
Di luar pembangunan ekonomi, Arizka juga menaruh perhatian pada sektor pendidikan, termasuk pendidikan keagamaan.
Ia menilai pembinaan masyarakat melalui pendidikan merupakan salah satu fondasi penting bagi kemajuan desa.
Salah satu hal yang menjadi perhatiannya adalah kesejahteraan guru ngaji yang selama ini berperan dalam memberikan pendidikan agama kepada masyarakat.
“Pembinaan dari segi pendidikan, terutama pendidikan agama, juga berperan besar terhadap kemajuan Desa Susukan,” katanya.
Menurut Arizka, perhatian terhadap guru ngaji, termasuk dalam bentuk insentif, masih perlu ditingkatkan.
“Contoh kecil, guru-guru ngaji itu mungkin kepedulian dari pemerintah, termasuk insentif dan sebagainya, masih minim atau kurang. Ke depan, harapannya bisa lebih layak,” tuturnya.
Meski demikian, ia menyadari berbagai persoalan masyarakat tidak dapat diselesaikan hanya dengan menyusun daftar program.
Setiap rencana, kata dia, harus melalui kajian dan pendalaman agar pelaksanaannya tepat sasaran serta manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.
Lirik Potensi Wisata, dari Camping Ground hingga River Tubing
Arizka juga melihat sektor pariwisata sebagai peluang ekonomi baru bagi Desa Susukan.
Menurutnya, kondisi geografis desa yang berada di kawasan dengan panorama Gunung Merapi dan Merbabu, serta hamparan persawahan yang subur, merupakan modal alam yang dapat dikembangkan.
“Desa Susukan itu potensi wisatanya luar biasa. Kita dianugerahi kondisi alam yang sangat indah, diapit Gunung Merapi dan Merbabu, serta sawah-sawah yang subur,” ujarnya.
Ia membayangkan potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi berbagai destinasi wisata, mulai dari restoran bernuansa alam, bumi perkemahan, camping ground, hingga wisata river tubing.
Untuk merealisasikannya, Arizka membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga maupun investor.
“Kita bisa bekerja sama dengan pihak ketiga atau investor. Bisa dibuat resto, bumi perkemahan, camping ground, river tubing, dan lainnya,” jelasnya.
Arizka mengaku telah mengunjungi sejumlah desa wisata bersama timnya untuk mempelajari pengelolaan potensi lokal.
Beberapa lokasi yang dikunjungi berada di wilayah Klaten dan Desa Tajuk, Kecamatan Getasan.
Dari kunjungan tersebut, ia melihat bahwa pengelolaan potensi alam secara serius dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
“Kemarin saya bersama beberapa tim sempat pergi ke desa-desa wisata di Klaten dan desa sebelah. Mereka bisa mengelola dengan baik, masa Susukan enggak bisa? Harus bisa dan pasti bisa, bahkan bisa jauh lebih baik,” tegasnya.
Bagi Arizka, berbagai gagasan tersebut menjadi bagian dari keinginannya untuk membawa Desa Susukan berkembang melalui penguatan ekonomi lokal, pemerintahan yang terbuka, serta pemberdayaan masyarakat.
Ia berharap pembangunan desa ke depan dapat dilakukan secara bersama-sama, dengan menempatkan kebutuhan dan kepentingan masyarakat sebagai prioritas.(Rief)







