PADANG | Semangat24.com – Semen Padang FC kembali menelan hasil buruk usai kalah 0-1 dari Madura United FC pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Rabu (29/4/2026).
Gol tunggal tim tamu dicetak Jose Brandao Junior pada menit ke-15 melalui sundulan, memanfaatkan umpan silang dari sisi kiri pertahanan tuan rumah.
Hasil ini memperpanjang tren negatif Semen Padang menjadi lima kekalahan beruntun. Kabau Sirah kini tertahan di peringkat ke-17 dengan 20 poin dari 30 pertandingan, mendekati zona degradasi. Sementara itu, Persis Solo di posisi ke-16 mengoleksi 27 poin, dan Madura United naik ke peringkat ke-15 dengan 29 poin.
Pelatih Semen Padang, Imran Nahumarury, menyampaikan permohonan maaf kepada suporter atas hasil tersebut.
“Pertama tentunya saya mohon maaf kepada suporter dan masyarakat Sumatera Barat. Segala upaya sudah kami lakukan, tapi faktanya kita kalah. Saya tidak mau salahkan siapa-siapa. Ini kesalahan saya sebagai pelatih,” ujar Imran usai laga.
Ia menilai performa pemain belum merata, meski tetap enggan menyalahkan individu.
“Saya lihat, ada beberapa pemain tampil maksimal, ada yang tidak. Tapi saya sudah sampaikan tidak akan salahkan pemain. Ini tanggung jawab saya sebagai pelatih. Kita sudah perbaiki attacking, defending, transisi. Namun memang mentalitas yang akhirnya bicara,” katanya.
Meski posisi tim kian terancam degradasi dengan empat laga tersisa, Imran menegaskan tidak akan menyerah.
“Secara kalkulasi memang demikian, tapi saya punya tanggung jawab dalam kondisi apa pun. Saya akan terus sampai akhir kompetisi,” tegasnya.
Ia juga menepis faktor kelelahan sebagai penyebab kekalahan.
“Kelelahan karena jadwal ketat tidak bisa dijadikan alasan. Semua tim menghadapi hal yang sama. Sekali lagi, ini terkait mentalitas,” pungkas Imran.(Sasongko)







